Kualitas Udara DKI Buruk, Warga Diimbau Gunakan Masker

Jakarta: Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta warga disiplin menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Peringatan itu disampaikan menyikapi kualitas udara di Ibu Kota yang buruk.
 
Imbauan itu disampaikan Heru setelah mendapat laporan banyak warga yang tidak menggunakan masker saat car free day (CFD) pada hari ini. Padahal, polusi udara Ibu Kota terburuk di dunia. 
 
“Bahkan masuk dalam kategori tidak sehat bagi parnapasan warga yang biasa disebut penyakit ISPA (Inpeksi Saluran Pernapasan Atas),” kata Heru saat dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 20 Agustus 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan pantauan Media Indonesia, masyarakat acuh dan cuek dengan kualitas udara yang tengah dihirupnya. Mereka tetap asyik berolahraga tanpa masker meski kualitas udara Ibu Kota menduduki peringkat pertama terburuk di dunia pada pukul 07.41 WIB.
 
Abdullah, 28, menyampaikan alasan tidak menggunakan masker. Salah satunya, membuatnya tidak nyaman selama berolahraga di sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan Thamrin.
 
“Selama olahraga saja enggak dipakai masker. Nanti sesudah selesai kami pakai lagi. Soalnya kurang enak nafasnya kalau pakai masker,” ujar Abdullah ketika ditemui di dekat Halte Transjakarta Bundaran HI.
 

Hal senada disampaikan Rizal, 26. Menurut dia, menggunakan masker saat berolahraga membuat tak leluasa bernafas.
 
“Terasa kita itu terganggu bernapas,” kata Rizal.
 
Dia tetap menyadari kualitas udara di Ibu Kota buruk. Namun, dirinya merasa kalau kualitas udara di Jakarta hari ini lebih baik dari sebelumnya.
 
“Pas berangkat dari rumah cuacanya tadi cerah. Jadi saya kira polusinya enggak separah biasanya. Makanya saya enggak pakai masker saat olahraga,” ujar dia
 
Dikutip dari IQAir, kualitas udara Ibu Kota per pukul 07.41 WIB menduduki peringkat pertama terburuk di dunia. Indeks kualitas udara di DKI Jakarta tercatat pada angka 161.
 
Adapun konsentrasi polutan tertinggi dalam udara DKI Jakarta hari ini PM 2.5, dengan nilai konsentrasi 105 mikrogram per meter kubik. Konsentrasi tersebut 15 kali nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO).
 
Peringkat kedua diduduki kota Doha di Qatar. Indeks kualitas udara 155. 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(ABK)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Pemerintah Dorong UMKM Tingkatkan Daya Saing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *