Viral Bule Snorkeling Bareng Sampah di Nusa Penida, Tamparan Keras bagi Pelaku Pariwisata Bali : Okezone Travel

SEORANG turis asal Amerika Serikat mengungkapkan kekecewaannya saat berwisata ke Pulau Bali. Pasalnya, ia dipaksa bersnorkeling oleh seorang tourguide di laut kawasan Nusa Penida yang tampak dipenuhi sampah.

Padahal, kawasan ini merupakan salah satu spot terfavorit para wisatawan lokal dan mancanegara saat berkunjung ke Pulau Dewata.

Pengamat pariwisata sekaligus pemerhati halal tourism, Hilda Ansariah Sabri lantas ikut mengomentari kasus ini.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang sempat membuat industri pariwisata terpuruk sejatinya bisa menjadi momentum bagi para pelaku pariwisata dalam membenahi segala hal, salah satunya kepedulian terhadap lingkungan.

“Soal sampah di Penida dan di berbagai wilayah Indonesia, tiap daerah yang menjual pariwisata di daerahnya, apalagi sudah merasakan pedihnya tidak memiliki pekerjaan 3 tahun akibat (pandemi) Covid, seharusnya sudah otomatis jaga lingkungannya,” kata Hilda saat berbincang dengan MNC Portal.

Sampah di laut Nusa Penida, Bali (Foto: Sara Walsh/SWNS)

Hilda kemudian mengaitkan kasus ini dengan kondisi overtourism yang seharusnya sudah ditinggalkan oleh para pelaku pariwisata.

Overtourism sendiri merupakan suatu kondisi di mana jumlah wisatawan di sebuah destinasi wisata dianggap terlalu tinggi oleh warga setempat sehingga mulai dirasa mengganggu, yang salah satu dampaknya bisa merusak lingkungan.

Dirinya menyebut, seharusnya pemerintah setempat justru mulai menerapkan tren sustainable tourism, di mana tren pariwisata ini mulai mengacu pada dampak lingkungan, sosial dan ekonomi yang telah diperhitungkan untuk meminimalkan konsekuensi negatif terhadap lingkungan.

Apalagi, seperti diketahui, tujuan akhir dari pariwisata berkelanjutan adalah untuk mengurangi dampak pariwisata terhadap masyarakat lokal dan lingkungan.


Follow Berita Okezone di Google News


Ini berarti memanfaatkan sumber daya secara optimal untuk menghindari konsumsi berlebihan, membantu konservasi alam dan membuat upaya sadar untuk menghormati tradisi dan warisan lokal, dan berkontribusi pada pelestariannya.

Baca Juga  Sosok Hetty Andika Perkasa, Putri Mantan Kepala BIN Hendropriyono Calon Mertua Hafiz Akbar?

“Overtourism sudah lama ditinggalkan dan trend sustainable tourism itu harus inisiatif pemprov mendidik warganya untuk peduli lingkungan. Duit dari devisa pariwisata pakai untuk literasi pariwisata pada sesama ASN maupun warganya. Kalau yang punya daerah jaga banget daerahnya maka turisnya juga akan respek,” tegasnya.

Sebelumnya, curhatan seorang bule asal AS yang jijik saat melihat penampakan perairan laut Nusa Penida yang penuh dengan sampah plastik mengapung di sepanjang Pantai Nusa Penida, Bali viral bahkan sempat menjadi sorotan media asing.

Bayangannya selama ini, Bali terkenal dengan pantai yang luar biasa dengan perairan jernih sebening kristal.

Sampah di Nusa Penida

Sampah di laut Nusa Penida, Bali (Foto: Sara Walsh/SWNS)

Akan tetapi, ketika seorang turis asing asal Stow, Massachusetts, AS, Sara Walsh memulai perjalanan snorkeling dengan saudara laki-lakinya, Shane Walsh, alangkah terkejutnya dia saat melihat laut Bali penuh sampah. Mereka melihat berbagai sampah mengapung di pantai tempat dia akan bermain snorkeling.

Sara mengatakan, perjalanannya ke Bali ini menjadi perhatian, karena melihat penampakan sampah-sampah plastik yang mengapung di perairan Nusa Penida Bali. Seharusnya kawasan ini menjadi wilayah yang cantik dan menakjubkan untuk dijelajahi. Namun sayangnya, permukaan laut yang ditemuinya sangat kotor, jorok dan penuh sampah.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *